Pada tahun 2022, Harry Styles merilis "As It Was", yang mencapai peringkat 1 di 35 negara di seluruh dunia. Bagaimana satu melodi synthesizer memberikan pengaruh yang begitu besar? Itu adalah nostalgia untuk tahun 80-an, rasa sakit pertumbuhan, dan deklarasi kemandirian seorang pemuda.

Dari One Direction Menjadi Diri Sendiri
Harry Styles mengamankan basis penggemar internasional sebagai anggota One Direction pada 2010. Namun, setelah album debut solonya pada 2016, dia harus menghabiskan tujuh tahun menemukan identitas musikalnya sendiri. Perjalanannya yang dimulai dengan "Up All Night" pada 2012 berlanjut melalui "Harry Styles" komposisi asli pada 2016, menunjukkan kedewasaan dengan "Fine Line" pada 2019. "As It Was" adalah puncak dari seluruh perjalanan ini.
Harry tidak sekadar puas dengan popularitas. Ketika dia berpisah dalam karir solo seperti anggota lainnya selama aktivitas One Direction, dia mengejar kemandirian musical yang sejati. Musik yang dia pilih mengundang hantu tahun 80-an. Melihat bagaimana raksasa seperti Steve Winwood, Paul McCartney, dan Bob Dylan mengubah generasi dan mengembangkan musik mereka, Harry ingin mengikuti jalan yang sama.
"Harpoon Dream, preset synthesizer itu—semuanya yang kami cari ada di sana."— Kid Harpoon
Kolaborasi Ajaib dengan Kid Harpoon
Produser Kid Harpoon (Tom Hull) adalah inti dari "As It Was." Membawa synthesizer Moog One ke studio, Kid Harpoon menjelajahi preset dengan Harry dan menemukan preset bernama "Harpoon Dream." Ini bukan kebetulan. Nama preset itu sendiri membawa julukan asuhannya, dan ketika mereka menghapus delay, suaranya adalah persis apa yang mereka cari.
Preset synthesizer ini tidak pernah berubah sepanjang lagu. Dari awal hingga akhir, synthesizer itu menjadi jiwa lagu. Seperti hantu tahun 80-an telah melakukan perjalanan waktu ke dunia digital 2022, synthesizer ini mendominasi segalanya. Kid Harpoon tidak hanya menjadi produser, tetapi arsitek musik Harry Styles, menyelesaikan karya seni ini bersama Tyler Johnson.
Sintesis Rasa Sakit Pertumbuhan dan Nostalgia
Lirik "As It Was" berisi kesepian dan perubahan yang Harry rasakan saat tumbuh besar. Lirik "I know it's me, I got nobody" bukan hanya ekspresi sederhana kesepian. Ini mencerminkan pemahaman yang lebih dalam bahwa pertumbuhan sejati berasal dari kesepian. Sementara jutaan mendukungnya, keputusan kreatif akhir dan perjuangan pribadi dia hadapi sendirian.
"As It Was" adalah lagu tentang perjalanan menjadi diri sendiri. Melodi synthesizer yang berulang tanpa henti melambangkan sifat abadi dari esensi seseorang, bahkan ketika dunia berubah. Itulah mengapa lagu ini bergema dengan jutaan. Orang-orang yang menghadapi rasa sakit pertumbuhan, kebingungan identitas dalam dunia yang berubah dengan cepat, menemukan diri mereka dalam melodi synthesizer dan suara Harry ini.
Kembalinya Era MTV
Kebangkitan kembali synthpop tahun 80-an di tahun 2020-an bukan hanya tren retro. Itu mencerminkan transformasi seluruh industri musik. Harry memulihkan estetika tahun 80-an—di mana satu synthesizer bisa mendominasi seluruh lagu, di mana suara artis tetap mentah dan intim bahkan di tengah suara elektronik.
Kesuksesan "As It Was" melampaui posisinya sebagai single utama dari album "Harry's House" 2022. Ini menandai penguasaan seorang artis dalam memadukan beberapa era: etika DIY rock indie tahun 90-an, inovasi teknologi musik elektronik, dan jujur emosional new wave tahun 80-an. Inilah mengapa "As It Was" menjadi salah satu lagu paling ikonik tahun 2020-an.