"Apakah saya gila? Tapi itu baik-baik saja?" "Sweet but Psycho" dari Ava Max bukanlah kesuksesan pop yang sederhana. Ini adalah reaksi langsung terhadap saat ketika seorang wanita — wanita minoritas lagi pula — ditolak ekspresi emosionalnya. Lagu ini, yang mencapai nomor 1 secara bersamaan di 25 negara, sebenarnya adalah buku harian kelangsungan hidup seorang gadis berusia 14 tahun yang mengejar mimpi Amerika.

Ava Max performing
"Sweet but Psycho", dirilis pada 2018, adalah single debut Ava Max dan lagu yang mengubahnya menjadi bintang pop internasional.

Dari Albania ke LA pada Usia 14: Sebuah Keputusan

Ava Max (lahir Amanda Ava Koci) adalah Albania. Ayahnya adalah penyanyi klasik yang dinominasikan Grammy, dan ibunya adalah pendidik musik. Semua orang mengharapkan dia mengejar musik klasik. Tapi pada usia 14, dia mengumumkan kepada orang tuanya: "Saya akan menjadi penyanyi pop. Dan saya akan ke LA."

Orang tua mereka ragu-ragu pada awalnya, tetapi determinasi Ava tidak goyah. Dia mendaftar di sekolah musik di LA, bernyanyi di kafe-kafe jalan, dan mengetuk pintu produser musik. Proses ini berlangsung selama 6 tahun. Selama itu, dia dicap sebagai "gadis aneh," "terlalu bersemangat," dan "tidak tahu kapan harus mundur" dalam lingkaran industri. Dia secara harfiah disebut "psycho."

"Ketika orang-orang menghakimi saya, saya berpikir: 'Ya, saya gila. Tapi itu kekuatan saya.'"
— Ava Max, Wawancara 2018

Epilog Cirkut untuk Seorang Wanita

Produser Cirkut (Henry Walter Bauer) diduga berkata ini setelah mendengar suara Ava Max: "Ini bukan semangat punk Katy Perry yang dikombinasikan dengan ketololan Ke$ha. Ini adalah sesuatu yang sama sekali berbeda." Cirkut memiliki pengalaman sebelumnya memproduksi untuk Ke$ha dan Katy Perry. Dia menyelesaikan lagu Ava Max dalam hanya 3 hari.

Lirik dari "Sweet but Psycho" sederhana, tetapi konteksnya rumit. Tokoh utama wanita membenarkan emosinya, keinginannya, dan tindakan yang "tampak gila." Pendengar wanita Korea juga merespons secara mendalam. Pengalaman itu ditandai sebagai "wanita bermasalah" pada saat Anda keluar dari cetakan "wanita baik" yang diminta masyarakat. Lagu ini bernyanyi tepat tentang itu.

2.3B+
Aliran Spotify
25
Negara Nomor 1 Secara Bersamaan
2018
Dirilis

Sebuah Deklarasi Terhadap Stigma Menjadi "Gila"

Media ingin mengemas Ava Max sebagai "bintang pop wanita yang sukses." Tapi pesan sebenarnya jauh lebih radikal. Dia berkata: "Apakah saya gila atau tidak, itu tidak seharusnya menjadi masalah." Video musik memperjelas ini. Dia menari di set yang terlihat seperti rumah sakit jiwa. Tapi itu bukan ekspresi rasa sakit; itu adalah ekspresi kebebasan.

Penggemar radio Korea bereaksi terhadap video musik seperti ini: "Kami tidak gila; kami hanya berbeda." Selama kunjungannya ke Korea pada 2018, Ava Max menekankan kembali pesan ini dalam beberapa wawancara media. Penonton wanita Korea sangat tertarik dengan kepercayaan dirinya.

"Ketika seorang wanita ambisius, mereka menyebutnya 'psycho'. Ketika seorang pria ambisius, mereka menyebutnya 'ambisius'. Saya memasukkan kemarahan saya tentang standar ganda ini ke dalam lagu ini."
— Ava Max, Podcast Spotify

Sebuah Single Debut Menguasai Dunia

"Sweet but Psycho" mendominasi tangga lagu global dalam hitungan minggu setelah peluncurannya pada Agustus 2018. Ini memimpin tidak hanya tangga lagu single tetapi streaming, radio, TikTok, dan semua platform lainnya. Di tangga lagu musik Korea, ia mencapai 3 minggu berturut-turut di nomor 1.

Yang lebih mengherankan lagi adalah bahwa ini adalah single debut. Kebanyakan artis baru merilis 2-3 single sebelum mencapai kesuksesan di satu atau dua pasar. Tetapi Ava Max menargetkan dampak global sejak awal dan berhasil. Ini adalah rekor yang tidak pernah dilihat dalam waktu hampir 50 tahun sejak The Beatles.

Apa yang Obsesi Gadis Berusia 14 Tahun Capai

Melihat karir Ava Max hari ini, "Sweet but Psycho" hanya permulaan. Tetapi nilai lagu ini tidak hanya dalam kesuksesannya yang komersial. Ini adalah suara dari seorang vokalis pop perempuan yang, untuk pertama kalinya, secara langsung menolak permintaan untuk "tetap diam, tersenyum, dan patuh."

Sebuah impian yang diketik di Albania, keberanian seorang gadis berusia 14 tahun, dan 6 tahun ketekunan. Pada akhirnya, "Sweet but Psycho" adalah cerita tentang gadis gila yang mengubah dunia.

YouTube Shorts Terkait