Satu kesalahan pelafalan Swedia mengubah segalanya. Para produser ingin mengatakan "Sex on the Beach", tapi yang keluar — "Cake by the Ocean" — begitu konyol sehingga seluruh ruangan meledak tertawa. Dua puluh menit kemudian, mereka punya sebuah lagu. Lagu itu akan mencapai posisi sembilan di Billboard Hot 100, dengan gitaris Korea-Amerika bernama JinJoo Lee di pusatnya — orang kedua keturunan Korea yang masuk Billboard top 10.

Setelah Jonas Brothers: Reinvensi Joe
Setelah bubarnya Jonas Brothers, Joe Jonas ingin melepas label "idol pop usang". Ia bekerja dengan Malay, produser Frank Ocean, tapi hasilnya terlalu gelap. "Aku tidak ingin sedih, aku bahagia!" katanya. Solusinya datang dari band tur Jonas Brothers sendiri. Pada 2015, ia meresmikan chemistry dengan drummer Jack Lawless, gitaris JinJoo Lee dan bassis Cole Whittle menjadi DNCE.

Kecelakaan Dua Puluh Menit yang Mencapai Nomor Sembilan
Sesi penulisan itu stagnan selama berhari-hari ketika duo produser Swedia Mattman & Robin menyebutkan bahwa mereka malam sebelumnya minum "Cake by the Oceans". Jonas menatap mereka bingung. "Maksud kalian Sex on the Beach?" Aksen Inggris Swedia mereka telah mengubah nama koktail menjadi frasa yang sama sekali berbeda. Ruangan meledak tawa. Sebelum tawa mereda, seseorang berkata: "Tunggu — ada sesuatu di sini." Lagu itu ditulis dalam sekitar 20 menit.
"Kami mengalami writer's block seminggu penuh, lalu kami menulis lagu ini dalam sekitar sepuluh menit."— Joe Jonas, vokalis DNCE

Jejak Korea di Hit Global
"Cake by the Ocean" debut di posisi 79 Billboard Hot 100 November 2015, naik ke posisi sembilan Maret 2016 setelah 46 minggu di chart. Lagu ini masuk top 10 di Australia, Kanada, Jerman, dan UK, dan memuncaki chart di Jepang. RIAA memberikan sertifikasi 5× Platinum. JinJoo Lee menjadi orang kedua keturunan Korea di Billboard Hot 100 top 10. DNCE hiatus pada 2018, tapi "Cake by the Ocean" tetap wajib dalam setlist konser Jonas Brothers.