Pada Februari 2026, sejarah dicatat di Wembley Stadium di London. BLACKPINK menjadi kelompok perempuan K-pop pertama yang mengadakan konser solo di tempat ikonik London ini. Sebagai bagian dari tur dunia 'DEADLINE', konser ini menarik lebih dari 70.000 penonton, menjadikannya penonton terbesar yang dicapai oleh seorang artis perempuan K-pop di Wembley.

BLACKPINK tampil di Wembley Stadium
BLACKPINK menguasai Wembley Stadium. Momen bersejarah dalam sejarah K-pop

Menjadi Legenda Wembley

Wembley Stadium adalah salah satu panggung paling ikonik dalam sejarah musik global. Ini adalah tempat di mana legenda musik seperti The Beatles, Queen, dan David Bowie telah tampil, dan baru-baru ini, superstar global seperti Taylor Swift dan The Weeknd telah mencapai pertunjukan yang memecahkan rekor. Konser solo BLACKPINK di Wembley adalah bukti betapa tingginya status global K-pop telah meningkat.

Keempat anggota—Jennie, Jisoo, Rosé, dan Lisa—menyajikan komposisi panggung baru bersama dengan hit masa lalu mereka di panggung Wembley. Hit global seperti 'Dynamite', 'As If It's Your Last', 'DDU-DU DDU-DU', dan 'Ice Cream' menyalakan antusiasme penonton, dan setiap panggung solo anggota membuktikan pertumbuhan individual mereka. Pertunjukan Rosé khususnya menarik perhatian signifikan karena aktivitas musik terbarunya dan nominasi Grammy.

"Saya masih tidak bisa percaya kami berdiri di Wembley. Usaha dan perjalanan kami telah membawa kami ke sini."
— Lisa, wawancara setelah konser Wembley

Nominasi Grammy 'APT.' Rosé

Di balik kesuksesan BLACKPINK terdapat aktivitas individu para anggota. Khususnya, kolaborasi Rosé dan Bruno Mars 'APT.' menerima tiga nominasi Grammy Award pada tahun 2026. Dinominasikan untuk Song of the Year, Best Pop Duo/Group Performance, dan Best Pop Vocal Album, 'APT.' diakui sebagai kolaborasi terobosan yang menjembatani jurang antara K-pop dan pop global.

Nominasi Grammy Rosé menunjukkan betapa efektifnya menyeimbangkan aktivitas grup dan solo. Setelah peluncuran album regulernya 'Rosé', dia telah mengelola pertunjukan domestik, tur luar negeri, sambil juga menjelajahi wilayah musik baru melalui kolaborasi dengan Bruno Mars. Multitasking ini membuktikan betapa kuatnya merek pribadi yang telah dibangun oleh setiap anggota individual BLACKPINK.

70,000+
Penonton Wembley
3
Nominasi Grammy 'APT.' Rosé
Pertama
Konser Solo Grup Perempuan K-pop di Wembley

Tur 'DEADLINE' Menetapkan Standar Baru

Tur dunia 'DEADLINE' dibangun di atas kesuksesan tur 'Born Pink' BLACKPINK sebelumnya. Dimulai pada tahun 2024, tur ini akan mengunjungi 170 kota, menandai proyek skala terbesar dalam sejarah tur grup perempuan K-pop. Setelah konser Wembley, penjualan tiket di Amerika Utara dan Eropa melonjak, dengan konser tambahan sedang direncanakan.

Nama tur 'DEADLINE' melampaui sekadar berarti tenggat waktu pekerjaan—ini berarti perjalanan BLACKPINK sebelum penutupan setiap pertunjukan, menurut laporan. Di setiap tempat, para anggota memberikan yang terbaik dan menyampaikan pesan bahwa koneksi mereka dengan penggemar adalah yang paling penting. Filosofi ini telah menarik hati penonton, dengan penjualan tiket rekor terjadi di berbagai wilayah secara global.

Aktivitas Anggota Individual dan Persiapan Album Baru

Sementara BLACKPINK melanjutkan tur mereka, anggota juga mengejar aktivitas individual. Jennie telah mencapai kinerja chart tinggi dengan album Ruby-nya, dan Lisa sedang mengeksplorasi arah baru dalam musik dansa. Jisoo telah menerima pengakuan akting sambil menyeimbangkan peran akting di Korea dan Jepang. Aktivitas multifaset ini menjadi standar baru bagi idol K-pop.

Album baru full-length BLACKPINK juga diantisipasi. Album ini, menggabungkan identitas grup dengan pertumbuhan pribadi setiap anggota, diharapkan memiliki arah musik yang berbeda dari karya sebelumnya. Para penggemar sudah menunggu berita peluncuran, yang diharapkan akan tiba di paruh kedua 2026.