Pada tahun 1996, Paris. Selama tur Oasis, Noel Gallagher berkeliling di jalan-jalan malam. Keluar dari klub striptis pada saat itu, musik sudah mengalir melalui pikirannya. Malam itu, ketika Noel kembali ke hotel, dia duduk di depan piano. Dan jarinya mulai bergerak. Itulah awal dari "Don't Look Back in Anger." Lagu ini yang mengubah sejarah rock Britania lahir dari momen di jalan-jalan kota yang hanya dikenal sebagai anekdot studio.

Inspirasi dari Malam-malam Paris
Era Britpop Oasis adalah masa yang bercampur dengan kegilaan dan bakat. Konflik antara kakak Liam dan adik Noel menjadi legendaris, dan musik band menjadi representatif dari satu generasi. 1996 adalah periode puncak band dengan kesuksesan What's the Story Morning Glory?. Selama tur yang sama itu, Noel pergi ke klub striptis sementara band juga sedang tur dengan The Verve. Keluar ke jalan-jalan malam, inspirasi memukul pikirannya.
Kebetulan Nama "Sally"
Salah satu lirik paling terkenal dalam "Don't Look Back in Anger" adalah "So Sally can wait." Di balik penciptaan baris ini ada anekdot yang hanya diketahui oleh saudara-saudara Oasis. Ketika Noel menyusun lagu ini di kamar hotelnya, dia bersama Liam. Selama sound check, Noel bersenandung lagu ini berulang kali. Kemudian Liam menghentikannya dan berkata: "You're singing 'Are you singing So Sally can wait?'" — "Kamu bernyanyi 'So Sally can wait', kan?"
"Liam mendengarku bersenandung selama sound check dan mengatakan 'So Sally can wait.' Aku pikir itu genius. Jadi aku memasukkannya ke dalam lirik persis seperti itu."— Noel Gallagher, gitaris/komposer
Anekdot ini telah dikonfirmasi dalam beberapa wawancara. Noel sendiri mengingat bahwa saran Liam sempurna. Ambiguitas lirik — "Sally" yang tetap tidak jelas — sebenarnya membuat lagu menjadi lebih universal. Sally menjadi bukan orang tertentu, tetapi simbol semua orang yang menunggu.
Kesepakatan dengan Wonderwall
Menariknya, Noel menyelesaikan "Don't Look Back in Anger" dan "Wonderwall" hampir pada waktu yang bersamaan. Dan dia memberi Liam pilihan. Untuk memutuskan lagu mana yang harus menjadi lagu utama. Menurut perhitungan Noel, dia lebih suka "Don't Look Back in Anger," tetapi dia berpikir publik akan lebih suka "Wonderwall." Jadi dia meninggalkan pilihan itu kepada Liam.
Pilihan Liam jelas. Dia menyanyikan "Wonderwall." Lagunya terlalu bagus. Hasilnya, semua yang Noel rencanakan menjadi kenyataan. "Wonderwall" menjadi hit yang besar, dan "Don't Look Back in Anger" menarik hati orang-orang dengan kedalaman lagu. Kedua lagu menjadi legendaris, tetapi seiring waktu, "Don't Look Back in Anger" semakin dicintai.
Warisan John Lennon
Pembukaan piano lagu ini katanya terinspirasi oleh "Imagine" John Lennon. Noel adalah generasi yang menghormati Nirvana dan The Beatles, dan pengaruh mereka selalu meresap ke dalam musiknya. Orkestrasi besar "Don't Look Back in Anger" mengikuti tradisi balada rock tahun 1980-an, tetapi esensi lagu ini lebih jujur.
2017: Kebangkitan di Manchester Arena
"Don't Look Back in Anger" bergema di seluruh dunia lagi pada bulan Mei 2017 dengan cara yang tidak terduga. Serangan teror di Manchester Arena mengakibatkan 22 kematian. Setelah tragedi itu, layanan peringatan diadakan di seluruh Britania Raya. Dan lagu yang terdengar di layanan peringatan itu adalah "Don't Look Back in Anger." Lagu yang ditulis Noel keluar dari klub striptis di jalan kota tiga puluh tahun sebelumnya menjadi lagu untuk mengatasi tragedi sebuah kota.
Sekarang "Don't Look Back in Anger" bukan sekadar lagu pop. Ini telah menjadi lagu yang mewakili semangat Britania. Proposisi ini untuk melihat ke depan dan melanjutkan menjadi pesan pemulihan dan harapan bagi anak-anak dan orang dewasa Manchester. Fakta bahwa lagu yang diciptakan Noel Gallagher di jalan Paris menjadi penyembuhan sebuah kota tiga puluh tahun kemudian — inilah yang dilakukan musik yang hebat.